Sabtu, 24 Maret 2012

PEMERIKSAAN SPESIFIK PADA REGIO SHOULDER


Oleh : Muhammad Akraf
1.   Palpasi
a.    m. Supraspinatus
Posisi Add-Internal rot penuh tangan belakang punggung.
Palpasi ventrocaudal acromion, arah lateromedial.
Lokasi tendoperiosteal; tendon.
b.   Tendon m. Biceps Caput Longum
Posisi netral sedikit external rotasi. Palpasi sulcus bicipitalis sambil gerak external-internal rotasi.
c.    Bursa Subdeltoidea
Posisi extension. Palpasi ventrocaudal acromion diatas tuberculum majus humeri.
2. Yargason’s Test
  Tes ini dilakukan untuk menentukan apakah tendon otot bicep dapat mempertahankan kedudukannya didalam sulkus intertuberkularis atau tidak.
        Pemeriksaan ini dapat dilakukan dengan cara memfleksikan elbow sampai 90o dan supinasi lengan bawah (lengan yang diperiksa) dan stabilisasi padad thorax yang berlawanan dengan pronasi lengan bawah (lengan yang tidak diperiksa). Selanjutnya pasien melakukan gerakan lateral rotasi lengan melawan tahanan. Hasil positif jika ada tenderness didalam sulcus bicepitalis atau      tendon keluar dari sulcus, ini merupakan indikasi tendinitis bicipitalis.

2. Speed Test
Pemeriksa memberikan tahanan pada shoulder pasien yang berada dalam posisi fleksi, secara bersamaan pasien melakukan gerakan pronasi lengan bawah dan ekstensi elbow. Tes ini positif apabila ada peningkatan tenderness didalam sulcus bicipitalis dan ini merupakan indikasi tendinitis bicepitalis.
           
3. Drop-Arm Test atau Tes Moseley
Tes ini dilakukan untuk mengungkapkan ada tidaknya kerusakan pada otot-otot serta tendon  yang menyusun  rotator cuff dari bahu. Pemeriksa mengabduksikan shoulder pasien  sampai 900   dan meminta pasien menurunkan lengannya secara perlahan-lahan pada sisi tersebut  sebisa mungkin. Tes ini positif jika pasien tidak dapat menurunkan  lengannya secara perlahan-lahan atau timul nyeri hebat  pada saat mencoba melakukan  gerakan tersebut, hasil test  positif indikasi  cidera  pada rotator cuff complex.

4. Supraspinatus Test
Abduksi shoulder pasien  sampai 900  dalam posisi netral dan pemeriksa memberikan  tahanan dalam posisi tersebut . medial  rotasi shoulder sampai 300, dimana thumb pasien menghadap  kelantai, Tahanan terhadap abduksi diberikan oleh pemeriksa sambil melihat apakah  ada kelemahan atau nyeri yang menggambarkan hasil test positif, jika hasil test positif  indikasi  kerobekan atau cidera otot tendon supraspinatus.

           
5. Apprehension Test Anterior (Untuk Subluksasi/Diskolasi Anterior Shoulder)
Pemeriksa melakukan gerakan abduksikan dan lateral rotasi shoulder pasien  secara perlahan, pemeriksa melakukan dorongan caput humeri ke depan,  jika tes positif indikasi  dapat terlihat atau merasakan kecemasan  pada wajah pasien  dan pasien akan mencoba mempertahankan  gerakan selanjutnya.

7. Apprehension Test  (Untuk Subluksasi/Diskolasi Posterior     Shoulder)
Pemeriksa  melakukan gerakan fleksikan kedepan shoulder  pasien disertai medial  rotasi, lalu pemeriksa  menekan kearah posterior  elbow pasien. Hasil positif jika indikasi  akan terlihat  atau nampak pada wajah pasien  dan pasien akan mempertahankan  gerakan selanjutnya. Test ini indikasi dislokasi posterior.

8. Allen Maneuver
Pemeriksa memfleksikan nelbow pasien sampai 900 , sementara shoulder ekstensi horizontal dan lateral rotasi, disertai rotasi kepala pasien kesisi  yang berlawanan, pemeriksa mempalpasi  denyut a. radialis  yang biasanya hilang  pada saat kepala rotasi  kesisi yang berlawanan  dari lengfan yang di test , jika tes positif indikasi adanya TOCS, jangan lupa tanyakan apakah pasien merasakan sesuatu yang aneh.

9. Adson Maneuver
Kepala pasien rotasi kesisi shoulder  yang diperiksa lalu  ekstensi kepala, sementara shoulder  pasien posisi lateral rotasi dan ekstensi  pemeriksa  melokalisir denyut a. radilis dan pasien diminta untuk menarik  nafas yang dalam, jika denyutannya hilang indikasi test positif (TOCS test).
                                 

10. Halstead Maneuver
Pemeriksa menemukan  denyut a. radialis  dan menarik kearah bawah lengan  yang di test, sementara leher pasien hyperekstensi  dan rotasi kepala  kesisi yang  berlawanan, tidak  ada atau hilangnya denyutan  indikasi test positif untuk TOCS.

 12. Tes Cyriax
Cyriax menggambarkan  pasif elevasi  scapula selama beberapa menit  perlu dipertahankan. Timbulnya  rasa kesemutan didalam jari  tangan menunjukan  adanay TOCS.

13. Tes Roos
Posisi pasien duduk dengan bahu retraksi  dan depresi  sejauh mungkin dalam posisi bahu 90˚ serta elbow 90˚, selanjutnya  pasien diminta  untuk menutup dan membuka  jarinya kuat-kuat dan secara bergantian, posisi menyebabkan  kompresi  didalam berbagai pintu  sementara  itu perlu adanaya  penyediaan  darah ekstra  karena kerja otot tersebut. Orang sehat biasanya mampu melakukan gerakan ini  dengan mudah selama tiga menit, sedangkan pasien dengan  TOCS  sudah merasakan timbul  keluhan dalam waktu satu menit. Yang  paling mencolok pasien merasakan  kelelahan yang berlebihan  didalam lengan dan  tangannya  dan tidak mampu mempertahankan gerakabn menutup  dan membuka jari.
Test ini lebih dapat dipercaya dibanding tes-tes yang lainnya  menurut pengalaman yang memberikan nama  tes ini.

14. Apley Strech Test
Untuk pemeriksaan pasien diminta  menggaruk-garuk  daerah disekitar angulus  medialis scapula dengan tangan sisi contralateral  melewati belakang kepala  pada pola gerakan  tersebut otot-otot abductor  dan eksternal rotasi  bahu bekerja  pada  tendonitis supraspinatus, bursitis akromialis dan kapsulitis adhesive bahu apley scratch tidak dapat dilakukan oleh pasien  karena timbul nyeri  disekitar persendian bahu.

15. Joint Play Movement (JPM)
a.      Joint Glenohumeral Joint MLPP: posisi bonnet, traction kearah lateral serong cranioventral.
b.      Glenohumeral Joint Abduction, Posisi abduksi glenohumeral: Traction ® stretching inferior capsule. Dorsal translation ® stretching serabut oblique pembatas abd. Firm end feel.

c.       Glenohumeral Joint Internal Rotation. Traction: stretching posterior capsule.Translation: stretching serabut oblique capsule pembatas internal rotation.Firm end feel?
d.      Glenohumeral Joint External Rotation.Traction: stretching anterior capsule. Translation: stretching serabut oblique capsule pembatas external rotation. Firm end feel?
e.       Glenohumeral Joint Horizontal Abduction . Traction: stretching anterocaudal capsule.Translation: stretching serabut oblique capsule pembatas horizontal  abduction. Firm end feel.

f.       Glenohumeral Joint Horizontal Adduction.Traction: stretching posterocaudal capsule.Translation: stretching serabut oblique capsule pembatas horizontal adduction. Firm end feel?

g.      Acromion Clavicular Joint
Lateral traction: MLPP: Stretching seluruh capsule ringan Permbatasan retraction: Stretching seluruh capsule.
Translation: Stretching serabut oblique capsule tertentu

h.      Sternoclavicular Joint
Lateral traction
MLPP: Stretching seluruh capsule ringan. Permbatasan retraction: Stretching seluruh capsule
Translation: Stretching serabut oblique capsule tertentu. Elevasi® caudal translation, rectraction ® dorsal translation.
i.        Scapulothoracal
  Untuk test perlekatan scapulothoracal. Dorsal traction,  Lateral translation, Cranial translation,  Caudal translation.
j.        Intervertebral Joint : Shoulder Flexi penuh, gerak rotasi ipsilateral upper thoracal intervertebral.
k.      Costa I :  Dorongan costa I ke caudal untuk winging test.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar